Buraqmerupakan hewan mitologi yang berasal dari tengah yang konon menjadi kendaraan Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi'raj dari Masjid Haram menuju Masjidil Al-Aqsa. Secara etimologi, Buraq berasal dari Bahasa Arab yaitu البراق, al-burāq yang bermakna cahaya atau kilat. Penamaan Buraq mengacu pada kemampuannya yang disebut-sebut dapat berlari secepat kilat.

loading... Aisyah menjawab, “Ini adalah kudaku.” Rasulullah SAW menyaksikan seekor kuda bersayap yang terbuat dari tanah liat berada di antara boneka mainan milik Aisyah. Beliau kembali bertanya, “Lalu, binatang apakah ini yang berada di antara boneka?” “Kuda,” jawab Aisyah. Rasulullah SAW kembali bertanya, “Kuda memiliki sayap?” Aisyah menjawab, “Apakah engkau tidak pernah mendengar bahwa Sulaiman memiliki kuda yang bersayap?” Mendengar jawaban Aisyah, Rasulullah SAW tertawa sampai terlihat gigi gerahamnya. HR Abu Daud. Baca Juga Burung sebagai Mata-MataSelain dapat mengatur angin, Nabi Sulaiman juga menjadikan burung sebagai mata-mata yang gesit dan sulit terlacak oleh pasukan musuh. Nabi Sulaiman menjadikan burung sebagai pembantunya yang selalu tunduk dan patuh menuruti perintah-perintahnya dalam memata-matai para musuh. Ia juga dibantu oleh kekuatan pasukan udara dalam melakukan peperangan. Itulah kekuasaan Nabi Sulaiman terhadap makhluk-makhluknya, sehingga dirinya mampu menjadi penguasa yang tak tertandingi. Dalam al-Qur'an, Allah SWT berfirman وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ“Dan, dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia, dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib dalam barisan” QS an-Naml 17. Baca Juga Selalu BerdzikirSegala bentuk keagungan dan nikmat-nikmat khusus yang telah Allah SWT kepada Nabi Sulaiman tidak membuat beliau lalai dalam beribadah. Nabi Sulaiman selalu berdzikir dan bersyukur kepada Allah SWT. Ia adalah sosok yang taat beragama. Ia rajin sholat, puasa, membaca istighfar, dan bertasbih kepada Allah SWT. Segala bentuk keistimewaan dan kemegahan yang telah didapat tak membuat dirinya lupa diri untuk mengabdi kepada Allah SWT. Pengabdian pada Allah SWT bagi Nabi Sulaiman tidak akan pernah tergantikan. Dalam al-Qur'an disebutkanوَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ“Dan, Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman. Dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya, dia amat taat kepada Tuhannya.” QS Shaad 30.

Bendakeramat peninggalan Nabi Sulaiman AS Yang mempunyai Kuasa GHAIB ini rupanya Yang digali Yahudi di bawah Masjidil Aqsa selama 90 Tahun!! Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mas Rizky yang di Rahmati Allah SWT Saya pernah nonton National Geographic, judulnya saya lupa, disiaran salah satu TV nasional. Film tersebut menceritakan
Jakarta - Nabi Sulaiman AS adalah satu dari sekian banyak manusia pilihan yang Allah SWT jadikan sebagai Nabi-Nya. Ia merupakan putra Nabi Daud AS, dan keturunan dari Nabi Ibrahim SWT memberikan Nabi Sulaiman AS mukjizat yakni dapat berbicara bahasa binatang. Selain itu, ia memiliki pasukan dari kalangan manusia, jin, hingga sejumlah cerita menarik mengenai Nabi Sulaiman AS, dan beberapa di antaranya akan dimuat dalam tulisan ini sebagaimana dilansir dari buku Kisah Bapak dan Anak dalam Al-Qur'an oleh Adil Musthafa Abdul Halim. Mendengar Burung Jantan yang Melamar Burung BetinaSuatu ketika Nabi Sulaiman AS melihat seekor burung jantan berputar mengelilingi burung betina. Lalu ia berkata kepada teman-temannya, "Apakah kalian tahu apa yang dikatakan oleh burung jantan itu?"Mereka berkata, "Apa yang dikatakannya wahai Nabi Allah?"Sulaiman AS menjawab, "Burung jantan itu sedang melamar burung betina untuk mau berkawin dengannya. Burung jantan itu berkata, 'Berkawinlah denganku, maka aku akan menempatkan kamu di ruangan mana saja yang kamu mau di wilayah Damaskus ini.'"Lalu Sulaiman AS melanjutkan, "Burung jantan itu tahu bahwa ruangan kosong di Damaskus ini terbuat dari bebatuan, tidak mungkin ditinggali oleh burung manapun. Namun, begitulah sifat para pelamar, semuanya harus pandai berbohong."Mendengar Perbincangan Bangsa SemutSelain mendengar lamaran burung, cerita Nabi Sulaiman AS lainnya adalah mendengar perbincangan bangsa semut. Pada suatu hari, Nabi Sulaiman AS menunggang kuda bersama semua pasukannya yang terdiri dari bangsa jin, manusia, dan jin dan manusia melangkah beriringan bersama Nabi Sulaiman AS. Sementara burung-burung terbang di udara menaungi rombongan yang berada di bawah dengan sayap-sayapnya sehingga mereka terhindar dari terik pasukan ini sampai di sebuah lembah terletak di negeri Syam, yang banyak dihuni semut. Kemudian seekor semut berkata,"Wahai semut, masuklah ke sarang kalian karena kalian bisa diinjak oleh kuda-kuda tentara Sulaiman karena mereka tidak mengetahui keberadaan kalian."Perkataan semut ini didengar dan dipahami oleh Nabi Sulaiman AS. Dengan penuh kegembiraan, ia tersenyum mendengar pujian yang diberikan oleh semut terhadap tentaranya, ketika semut itu berkata,"Sesungguhnya orang ini adalah seorang Nabi yang penyayang. Tanpa disengaja kuda-kuda yang membawa tentaranya bisa saja menghancurkan kalian."Kemudian Nabi Sulaiman AS berkata, "Wahai Tuhanku, berikanlah ilham dan taufik kepadaku agar aku dapat mensyukuri nikmat dan keutamaan yang telah kamu anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku. Berikanlah taufik kepadaku agar aku dapat melakukan kebaikan yang dapat mendekatkan aku kepadamu serta perbuatan yang kamu sukai dan kamu ridhai. Masukkanlah aku ke surga yang merupakan rumah yang indah bersama dengan hamba hamba-Mu yang saleh."Cerita Semut yang Meminta AirSuatu ketika Nabi Sulaiman AS keluar dan hendak melaksanakan sholat istisqa. Ia mendapati seekor semut yang tengah terbaring sembari mengangkat tangan dan kakinya ke arah langit, sambil berkata"Ya Allah, sesungguhnya saya ada lah salah satu makhluk ciptaan-Mu yang tidak bisa hidup tanpa curahan air dari-Mu. Jika Kamu tidak mencurahkan air kepada kami, kami akan binasa."Setelah menyaksikan perbuatan semut, Nabi Sulaiman AS berkata kepada orang-orang yang mengiringinya, "Kembalilah kalian, sesungguhnya Allah telah mencurahkan air berkat doa makhluk lain." Simak Video "Arkeolog Temukan Harta Kekayaan Nabi Sulaiman di Israel" [GambasVideo 20detik] kri/kri
Akhirnyaburung Hud-Hud terbang dari Palestina menuju Negeri Saba' dengan membawa surat Nabi Sulaiman 'alaihissalam. Maka sampailah burung Hud-Hud ke dalam kamar Ratu Bilqis, Lalu Nabi Sulaiman meminta agar kuda-kuda tersebut dikembalikan lagi kepada beliau untuk kedua kalinya, lalu beliau mengusap debu untuk menghilangkan debu tersebut
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID epqNP3YjplK4e5QDIbODhDFzqjUNuT4AWFiJYMF5kFeIbrEloohOqg==
PeristiwaYang Menyebabkan Nabi Sulaiman Menyembelih Kuda KudanyaKuda Nabi Sulaiman memiliki sayap yang gagah dan menakjubkan lagi bisa terbang, kuda-kuda ya Nabi Sulaiman sangat taat beribadah pada Allah Swt. Suatu hari, Nabi Sulaiman sibuk memeriksa 20 ribu kuda miliknya. Kuda-kuda miliknya itu biasa dipakai Nabi Sulaiman untuk berdakwah ke berbagai tempat. Saking sibuknya, Nabi Sulaiman sempat lupa mengingat Allah Swt. Nabi Sulaiman pun segera memohon ampun pada Allah Swt. Maka Allah pun segera memerintahkan Nabi Sulaiman untuk menyembelih semua kuda-kuda miliknya itu. Meski Nabi Sulaiman sangat menyayangi dan mencintai semua kudanya itu, namun Nabi Sulaiman lebih mencintai Allah Swt. Maka, Nabi Sulaiman pun segera menyembelih semua kuda-kudanya itu. Atas ketaatannya itu, kemudian Allah Swt. memberikan kendaraan angin pada Nabi Sulaiman. Kendaraan angin itu berbentuk seperti permadani terbang. Kendaraan angin itu bisa digunakan ke mana saja sesuai kebutuhan Nabi Sulaiman dalam berdakwah. Kendaraan angin tentu lebih baik karena lebih cepat daripada kuda. Alhamdulillah, Nabi Sulaiman pun bersyukur. Permadani terbang itu hanya Nabi Sulaiman sendiri di dunia yang memilikinya. Pesan KisahKepentingan dan urusan dunia jangan sampai melupakan kita beribadah dan mengingat Allah Swt. Tahukah Kamu? Keistimewaan Nabi Sulaiman Menguasai bangsa jin dan bahasa dan bisa bicara dengan binatang, jin, dan permadani terbang harta kekayaan yang sangat melimpah tiada cincin yang berasal dari menaklukkan angin sesuai mendengar suara dari permadani yang terbuat dari benang emas dan perak seluas 81 km. Kontributor Naskah Nurul IhsanIlustrasi Uci Ahmad SanusiDesain layout Yuyus RusamsiPenerbit Kawan Kita Jakarta, IndonesiaHak cipta/copy right Nurul Ihsan/ Kreator 500 Judul Buku Anak dan PendidikanBerkarya sejak 1991 hingga saat ini, sudah lebih dari 500 buku anak dan buku pendidikan yang dihasilkan Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio. Profil dan karya buku Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio dapat dilihat di sini. Jasa Penerbitan BukuNaskah/Ilustrasi/Komik/Layout Desain/CetakWA 0815 6148 165Telp 022 87824898e-mail cbmagency25 Raden Mochtar III, No. 126, Sindanglaya,Bandung, Jawa Barat 40195 Sumber dan Kontributor KontenRedaksi Kawan PustakaJl. H. Montong – JagakarsaTelp. 021 78883030Faks. 021 7270996email redaksi[] Cloud Hosting PartnerPT DewawebAKR Tower ? 16th FloorJl. Panjang Kebon JerukJakarta 11530Email sales 021 2212-4702Mobile Info ebook anak WA 0815 6148 165 DOWNLOAD FULL EBOOKWA 0815 6148 165 DONASI Klik di sini!Mari dukung Gerakan Indonesia Cerdas Literasi di dengan donasi dan bantu terus kemajuan dunia penerbitan dan percetakan Indonesia dengan belanja buku berkualitas hanya di Penerbit Kawan Pustaka. Soresore hari kuda-kuda itu sering ditampilkan di hadapan Sulaiman memperlihatkan ketenangan dan ketangkasannya, kadang-kadang sampai matahari terbenam. Nabi Sulaiman sangat menyenanginya. Begitu senangnya tidak jarang Nabi Sulaiman menyuruh bawa kembali kuda-kuda itu kehadapannya, lalu mengusap kaki dan leher kuda tersebut. Sahabat umma, sebagai seorang manusia, Nabi Muhammad SAW ternyata juga senang bergurau. Dalam kehidupan sehari-hari Rasulullah juga bercanda dengan sahabat dan orang yang jarang Rasulullah tertawa hingga gigi putih dan rapi miliknya sangat jelas terlihat. Namun Rasulullah jarang tertawa yang berlebihan, kecuali jika merasa kagum terhadap sesuatu. Tawa Raulullah hanya senyum dan tidak sampai terbahak-bahak, seperti orang yang sedang cerita saat Rasulullah SAW saat berbincang dengan Ummul Mukminin Aisyah RA dan membuatnya tertawa, yang dikutip dari buku berjudul Tawa Ala Rasulullah, 101 Canda dan Tawa Rasulullah telah pulang kembali dari perang Tabuk atau Khaibar, tiba-tiba angin berhembus kencang hingga menyingkap kain yang menutupi boneka mainan boneka-boneka mainan tersebut Rasulullah bertanya "Wahai Aisyah, apa ini?". Aisyah menjawab "Boneka mainan dan hiburanku". Nabi melihat di antara itu terdapat kuda bersayap yang dibuat dari kain. Rasulullah pun bertanya lebih lanjut "Apa itu yang ada di antara mainan ini?". Aisyah menjawab "Kuda". "Lalu apa yang menempel pada tubuhnya itu?" Tanya Rasulullah lagi. "Dua sayap" jawab jawaban Aisyah ini maka Rasulullah bertanya sedikit keheranan, "Kuda mempunyai dua sayap?". "Tidakkah engkau mendengar kisah tentang Sulaiman yang mempunyai kuda bersayap?" jawab Aisyah jawaban Aisyah ini, maka Rasulullah pun tertawa hingga terlihat gigi putihnya. KemudianDia Subhanahu wa Ta'ala menemuinya seraya berfirman: . نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ {30} "Dia adalah sebaik-baik hamba.Sesungguhnya dia amat ta'at (kepada Rabbnya)." (QS. Shaad: 30) Maksudnya, Sulaiman 'alaihissalam adalah seorang yang senantiasa kembali dan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta

Kuda Terbang Nabi Sulaiman اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِى خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِى جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةًوَّسُرُوْرًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحـْدَهُ لاَشـَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ قَدِيْرٌ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَفْضلِ اْلاَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَاِبه اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لاِّوْلِى ٱلأَلْبَـٰبِ Hadirin Jama’ah Jum’ah RahimakumullahMarilah kita bersama-sama saling berwasiat untuk meningkatkan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengatur bumi seisinya. Dialah yang menentukan sejarah manusia, juga berbagai mahkluk lainnya. Ketaqwaan itu harus selalu kita upayakan dan ditingkatkan kualitasnya, karena banyaknya godaan dunia yang setiap saat mengancam dan dapat mengendurkannya. Jangankan kita sebagai manusia biasa, Nabi Sulaiman pun hampir tergoda oleh dunia. Karena itulah diwajibkan atas khatib setiap kali di atas mimbar di hari Jum’at, agar berwasiat tentang ketaatan. Ushikum binasfi bitaqwallah… ittaqullah haqqa tuqatih…dan beragam kalimat dengan maksud yang seragam, yaitu meningkatkan taqwa kepada Allah subhanahu wa Ta’ala. Hadirin Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia… Seperti yang telah terucap dalam muqaddimah, kali ini khatib hendak menceritakan kembali sebuah kisah yang dihadirkan oleh al-Qur’an tentang kuda-kuda terbangnya Nabi Sulaiman as. yang gagah bersayap dan menakjubkan. Dalam surat Shaad ayat ke-30 hingga ayat ke-33 لِدَاوُۥدَ سُلَيۡمَـٰنَ‌ۚ نِعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ‌ۖ إِنَّهُ ۥۤ أَوَّابٌ * إِذۡ عُرِضَ عَلَيۡهِ بِٱلۡعَشِىِّ ٱلصَّـٰفِنَـٰتُ ٱلۡجِيَادُ *فَقَالَ إِنِّىٓ أَحۡبَبۡتُ حُبَّ ٱلۡخَيۡرِ عَن ذِكۡرِ رَبِّى حَتَّىٰ تَوَارَتۡ بِٱلۡحِجَابِ * رُدُّوهَا عَلَىَّ‌ۖ فَطَفِقَ مَسۡحَۢا بِٱلسُّوقِ وَٱلۡأَعۡنَاقِ "Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesunguhnya dia amat taat kepada Tuhannya* Ingatlah Ketika dipertunjukan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore.* Maka dia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik kuda sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan."* "Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku." Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu. Shaad30-33 Para mufassir menerangkan berbagai kisah itu dengan beragam, sesuai penafsiran masing-masing. Yang jelas dapat diceritakan pakemnya bahwa Nabi Sulaiman memiliki kuda-kuda yang gagah-kekar perkasa tubuhnya, cepat-melesat larinya bagaikan kilat. Berkali-kali kuda-kuda itu diandalkan sebagai balatentara yang selalu berjihad di jalan Allah swt. Suatu hari, ketika Nabi Sulaiman sibuk memeriksa dan mengatur kuda-kuda tersebut, begitu asyiknya, hingga ia tak terasa meninggalkan shalat Ashar. Karena lupa, bukan disengaja. Maka, ketika Nabi Sulaiman a. s. sadar bahwa kuda-kuda itu telah menyebabkan sholatnya tercecer, ia pun bersumpah, "Tidak, demi Allah, janganlah kalian kuda-kudaku melalaikanku dari menyembah Tuhanku." Lalu beliau menitahkan agar kuda-kuda itu disembelih. Maka beliau memukul leher-leher dan urat-urat nadi kuda-kuda tersebut dengan pedang. Ketika Allah mengetahui hamba-Nya, yang bernama Sulaiman menyembelih kuda-kuda tersebut karena Diri-Nya, karena takut dari siksa-Nya serta karena kecintaan dan pemuliaan kepada-Nya, karena dia sibuk dengan kuda-kuda tersebut sehingga habis waktu shalat. Maka Allah lalu menggantikan untuknya sesuatu yang lebih baik dari kuda-kuda tersebut, yakni angin yang bisa berhembus dengan perintahnya, sehingga akan menjadi subur daerah yang dilewatinya. Perjalanan yang ditempuh sebulan, maka kembalinya juga sebulan. Dan tentu, ini lebih cepat dan lebih baik daripada kuda. Hadirin Jama’ah yang Mulia… Kini, tiada lagi kuda-kuda bersayap yang gagah dan terbang dengan kecepatan luar biasa. Kuda bersayap itu kini hanya hidup dalam dunia dongeng. Meskipun secara fisik telah tiada, tapi nilai guna kuda itu, kini telah digantikan dengan berbagai bentuk teknologi transportasi dan informasi yang kecanggihannya mampu melipat waktu dan meruntuhkan batas ruang. Sayangnya, berbagai macam benda teknologi ini menjadi simbol kemewahan yang banyak diburu oleh manusia. Walaupun mereka sadar bahwa barang-barang ini mempunyai tingkat kecanggihan luar biasa dalam upaya memalingkan manusia dari Tuhannya. Televisi, internet, game online dan juga penguasaan senjata nuklir yang diidam-idamkan. Kini sudah nyata, bahwa kuda dan awan itu hadir dalam bentuk lain yang jauh lebih dahsyat, sedangkan iman manusia sekarang jauh lebih tipis dibandingkan dengan iman Nabi Sualaiman Lantas bagaimanakah seharusnya manusia menyikapinya? Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah Jika demikian pertanyaannya, bagaimanakah cara kita menerjemahkan dan menafsirkan cerita selanjutnya, yaitu ketika Nabi Sulaiman as. berniat membunuh semua kuda dan kemudian diganti oleh Allah dengan bentuk angin? Apakah itu berlaku khusus Nabi Sulaiman atau umat muslim secara pada umumnya? Pertanyaan ini telah dijawab oleh Rasulullah saw dalam haditsnya "Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah kecuali Allah akan memberimu sesuatu yang lebih baik daripadanya." HR Ahmad dan Al-Baihaqi, hadits shahihبَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بمَا فيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

KisahImam Ali dan Ashabul Kahfi Dalam surat Al-Kahfi, Alloh Ta'ala, menceritakan tiga kisah masa lalu, yaitu, kisah Ashabul Kahfi, kisah pertemuan Nabi
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِى خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِى جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةًوَّسُرُوْرًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحـْدَهُ لاَشـَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ قَدِيْرٌ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَفْضلِ اْلاَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَاِبه اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لاِّوْلِى ٱلأَلْبَـٰبِ Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah Marilah kita bersama-sama saling berwasiat untuk meningkatkan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengatur bumi seisinya. Dialah yang menentukan sejarah manusia, juga berbagai mahkluk lainnya. Ketaqwaan itu harus selalu kita upayakan dan ditingkatkan kualitasnya, karena banyaknya godaan dunia yang setiap saat mengancam dan dapat mengendurkannya. Jangankan kita sebagai manusia biasa, Nabi Sulaiman pun hampir tergoda oleh dunia. Karena itulah diwajibkan atas khatib setiap kali di atas mimbar di hari Jum’at, agar berwasiat tentang ketaatan. Ushikum binasfi bitaqwallah… ittaqullah haqqa tuqatih…dan beragam kalimat dengan maksud yang seragam, yaitu meningkatkan taqwa kepada Allah subhanahu wa Ta’ala. Hadirin Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia… Seperti yang telah terucap dalam muqaddimah, kali ini khatib hendak menceritakan kembali sebuah kisah yang dihadirkan oleh al-Qur’an tentang kuda-kuda terbangnya Nabi Sulaiman as. yang gagah bersayap dan menakjubkan. Dalam surat Shaad ayat ke-30 hingga ayat ke-33 diterangkan. وَوَهَبۡنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيۡمَـٰنَ‌ۚ نِعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ‌ۖ إِنَّهُ ۥۤ أَوَّابٌ * إِذۡ عُرِضَ عَلَيۡهِ بِٱلۡعَشِىِّ ٱلصَّـٰفِنَـٰتُ ٱلۡجِيَادُ *فَقَالَ إِنِّىٓ أَحۡبَبۡتُ حُبَّ ٱلۡخَيۡرِ عَن ذِكۡرِ رَبِّى حَتَّىٰ تَوَارَتۡ بِٱلۡحِجَابِ * رُدُّوهَا عَلَىَّ‌ۖ فَطَفِقَ مَسۡحَۢا بِٱلسُّوقِ وَٱلۡأَعۡنَاقِ “Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesunguhnya dia amat taat kepada Tuhannya* Ingatlah Ketika dipertunjukan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore.* Maka dia berkata, “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik kuda sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan.”* “Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku.” Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu. Shaad30-33 Para mufassir menerangkan berbagai kisah itu dengan beragam, sesuai penafsiran masing-masing. Yang jelas dapat diceritakan pakemnya bahwa Nabi Sulaiman memiliki kuda-kuda yang gagah-kekar perkasa tubuhnya, cepat-melesat larinya bagaikan kilat. Berkali-kali kuda-kuda itu diandalkan sebagai balatentara yang selalu berjihad di jalan Allah swt. Suatu hari, ketika Nabi Sulaiman sibuk memeriksa dan mengatur kuda-kuda tersebut, begitu asyiknya, hingga ia tak terasa meninggalkan shalat Ashar. Karena lupa, bukan disengaja. Maka, ketika Nabi Sulaiman a. s. sadar bahwa kuda-kuda itu telah menyebabkan sholatnya tercecer, ia pun bersumpah, “Tidak, demi Allah, janganlah kalian kuda-kudaku melalaikanku dari menyembah Tuhanku.” Lalu beliau menitahkan agar kuda-kuda itu disembelih. Maka beliau memukul leher-leher dan urat-urat nadi kuda-kuda tersebut dengan pedang. Ketika Allah mengetahui hamba-Nya, yang bernama Sulaiman menyembelih kuda-kuda tersebut karena Diri-Nya, karena takut dari siksa-Nya serta karena kecintaan dan pemuliaan kepada-Nya, karena dia sibuk dengan kuda-kuda tersebut sehingga habis waktu shalat. Maka Allah lalu menggantikan untuknya sesuatu yang lebih baik dari kuda-kuda tersebut, yakni angin yang bisa berhembus dengan perintahnya, sehingga akan menjadi subur daerah yang dilewatinya. Perjalanan yang ditempuh sebulan, maka kembalinya juga sebulan. Dan tentu, ini lebih cepat dan lebih baik daripada kuda. Hadirin Jama’ah yang Mulia… Kini, tiada lagi kuda-kuda bersayap yang gagah dan terbang dengan kecepatan luar biasa. Kuda bersayap itu kini hanya hidup dalam dunia dongeng. Meskipun secara fisik telah tiada, tapi nilai guna kuda itu, kini telah digantikan dengan berbagai bentuk teknologi transportasi dan informasi yang kecanggihannya mampu melipat waktu dan meruntuhkan batas ruang. Sayangnya, berbagai macam benda teknologi ini menjadi simbol kemewahan yang banyak diburu oleh manusia. Walaupun mereka sadar bahwa barang-barang ini mempunyai tingkat kecanggihan luar biasa dalam upaya memalingkan manusia dari Tuhannya. Televisi, internet, game online dan juga penguasaan senjata nuklir yang diidam-idamkan. Kini sudah nyata, bahwa kuda dan awan itu hadir dalam bentuk lain yang jauh lebih dahsyat, sedangkan iman manusia sekarang jauh lebih tipis dibandingkan dengan iman Nabi Sualaiman Lantas bagaimanakah seharusnya manusia menyikapinya? Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah Jika demikian pertanyaannya, bagaimanakah cara kita menerjemahkan dan menafsirkan cerita selanjutnya, yaitu ketika Nabi Sulaiman as. berniat membunuh semua kuda dan kemudian diganti oleh Allah dengan bentuk angin? Apakah itu berlaku khusus Nabi Sulaiman atau umat muslim secara pada umumnya? Pertanyaan ini telah dijawab oleh Rasulullah saw dalam haditsnya “Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah kecuali Allah akan memberimu sesuatu yang lebih baik daripadanya.” HR Ahmad dan Al-Baihaqi, hadits shahih بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بمَا فيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ tXlIZrp.
  • 8db5sgqfn3.pages.dev/171
  • 8db5sgqfn3.pages.dev/301
  • 8db5sgqfn3.pages.dev/211
  • 8db5sgqfn3.pages.dev/166
  • 8db5sgqfn3.pages.dev/19
  • 8db5sgqfn3.pages.dev/66
  • 8db5sgqfn3.pages.dev/213
  • 8db5sgqfn3.pages.dev/1
  • 8db5sgqfn3.pages.dev/342
  • kuda terbang nabi sulaiman